Munculnya varian baru Omicron perlu diantisipasi dengan prokes ketat - AlteaCare | Foto: Envato
Tuesday, 14 June 2022

Varian Baru COVID-19 Muncul Lagi. Prokes Tidak Boleh Kendor!

Ditulis oleh Yoga Prasetyo
Ditinjau oleh : dr. Lindah Syafaastuti

Setelah grafik laporan kasus baru harian sudah sangat rendah dan positivity rate juga makin turun, kita mungkin termasuk yang sudah siap-siap menyambut new normal. Siap beraktivitas seperti sebelum pandemi, seperti bersekolah, bekerja, dan beribadah.

Tapi, ternyata di awal Juni ini kita dikejutkan dengan berita seputar temuan varian baru COVID-19, yaitu varian BA.4 dan BA.5. Keduanya merupakan sub varian dari Omicron yang sudah lebih dulu merebak pada akhir 2021.

Menurut laporan dari Kementerian Kesehatan RI, sub varian ini sudah masuk ke Indonesia. Sebagai langkah antisipasi, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) kembali diperpanjang.

Lalu, seperti apa karakteristik sub varian baru ini?

Yuk, simak lebih lanjut!

Baca juga: Anak Rentan Terhadap Omicron, Ortu Perlu Lakukan Ini

Persebaran Sub Varian BA.4 dan BA.5

Pada minggu kedua bulan April, WHO mengumumkan adanya sub varian baru dari virus corona, yaitu BA.4 dan BA.5.

Mengutip dari Medical News Today, kedua sub varian ini diumumkan pertama kali muncul di Afrika Selatan. Dalam laporan yang dikeluarkan oleh National Institute of Clinical Disease di Afrika Selatan, sub varian BA.4 dan BA.5 disebut sebagai “virus Omicron dengan kombinasi mutasi yang baru”.

Para peneliti di Afrika Selatan mendeteksi sub varian BA.4 pada Januari 2022 dan sejak saat itu sudah mulai menyebar ke seluruh negeri. Menurut laporan, hingga Mei 2022 terhitung sebanyak 35% warga di beberapa wilayah Afrika Selatan yang positif terinfeksi.

Dua bulan setelahnya, laporan Badan Keamanan Kesehatan Inggris pada 22 April mengumumkan sub varian BA.4 sudah ditemukan di beberapa negara lain. Tercatat negara yang sudah terdampak sub varian ini adalah Inggris, Amerika Serikat, Denmark, Belgia, Israel, Jerman, Italia, Kanada, Prancis, Belanda, Australia, Swiss, dan Botswana.

Sementara itu, sub varian BA.5 baru ditemukan peneliti pada 25 Februari, dan hingga Mei 2022 sudah mencapai 20% kasus di sejumlah wilayah di Afrika Selatan.

Tidak perlu waktu lama, sub varian BA.5 menyebar pun ke sejumlah negara lain. Negara yang terdampak antara lain Portugal, Jerman, Inggris, AS, Denmark, Prancis, Austria, Belgia, Hong Kong, Australia, Kanada, Israel, Norwegia, Pakistan, Spanyol, dan Swiss.

Berbahayakah Sub Varian Baru Ini?

Hingga kini, penelitian seputar sub varian BA.4 dan BA.5 di sejumlah negara masih terus dilakukan.

Pada 12 Mei 2022, lembaga European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC) secara resmi mengklasifikasikan kedua sub varian ini sebagai variants of concern. Hal ini didasarkan pertimbangan yang berkaitan dengan kemampuan penularan dan efektivitas vaksin yang sudah ada.

Menurut laporan yang dikeluarkan ECDC, meski belum ada bukti yang ditemukan seputar peningkatan keparahan dibandingkan varian sebelumnya, varian BA.4 dan BA.5 punya daya penularan yang lebih tinggi.

Selain itu, mengutip dari Healthline, orang yang sudah divaksin ataupun yang pernah terpapar COVID masih dapat tertular oleh sub varian baru ini.

Baca juga: Dari Delta Sampai Kappa, Yuk Ketahui Varian-varian Virus Corona

Sudah Masuk ke Indonesia

Menurut laporan dari Kementerian Kesehatan RI pada 6 Juni 2022, kasus pertama sudah ditemukan di Indonesia, dan sejauh ini ditemukan empat orang yang terinfeksi BA.4 dan BA.5.

Faktanya mengejutkannya, keempat orang yang terinfeksi ternyata sudah melakukan vaksin lengkap sesuai anjuran pemerintah.

Belajar dari gelombang COVID sebelumnya saat varian Omicron mewabah, sebaiknya kita jangan lengah dalam menerapkan protokol kesehatan, ya.

Tetap jaga kondisi kesehatan seluruh anggota keluarga dan selalu gunakan masker saat bepergian keluar rumah.

Sedangkan buat Anda yang belum mendapatkan vaksinasi COVID secara lengkap, baik yang primer maupun booster, segera daftarkan diri melalui aplikasi maupun website AlteaCare.

Sehat selalu, Sobat Altea!




Sumber:

  • Healthline. Diakses pada Juni 2022. New Sub-Variants of Omicron Detected: What to Know About BA.4 and BA.5
  • Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada Juni 2022. Sub Varian Baru Omicron BA.4 dan BA.5 Terdeteksi di Indonesia, Tingkat Kesakitan Rendah
  • Medical News Today. Diakses pada Juni 2022. New Omicron sub variants are spreading: Should we worry?
  • WHO Africa. Diakses pada Juni 2022. Botswana, South Africa deepen probe into new Omicron sub-variants
0 Disukai
0 Komentar
Artikel lainnya
7 Penyebab Nafsu Makan Hilang di Pagi Hari. Pertanda Sakit?
Sering hilang nafsu makan di pagi hari? Ternyata ada banyak hal yang bisa jadi penyebabnya. Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini!
Thursday, 09 June 2022
Penyebab Rambut Rontok Setelah COVID-19 dan Solusinya
Rambut rontok sering jadi keluhan setelah Anda dinyatakan negatif COVID-19. Yuk, simak penyebab rambut rontok setelah COVID-19 dan cara mengatasinya!
Thursday, 09 June 2022
Orang Diabetes Jangan Sampai COVID-19, Cegah Dengan Ini
Diabetes adalah penyakit komorbid yang berisiko tinggi terhadap COVID-19. Simak apa yang harus dilakukan oleh para diabetesi untuk menjaga diri!
Thursday, 02 June 2022