Dukungan dari orang terdekat bisa membantu orang dengan gangguan bipolar menjalani rutinitasnya - AlteaCare | Foto: Envato
Kamis, 16 Juni 2022

9 Cara Menghadapi Orang Bipolar. Kuncinya Sabar!

Ditulis oleh Theofilus Richard
Ditinjau oleh : dr. Pratiwi Utami

Banyak orang salah kaprah dengan gangguan bipolar. Itulah yang kemudian membuat mereka juga kurang paham bagaimana cara menghadapi orang bipolar dengan tepat.

Gangguan bipolar adalah gangguan kesehatan mental yang menyebabkan perubahan mood dan emosi yang ekstrem.
Orang dengan gangguan bipolar dapat mengalami dua episode, yang disebut yaitu episode manik dan depresi.

Ketika episode depresi muncul, ia akan merasa sangat sedih dan tidak berguna. Sebaliknya, saat dalam episode manik, ia merasakan euforia dan energi berlebih.

Gangguan ini dapat mempengaruhi kualitas hidup, relasi sosial, rutinitas sehari-hari, maupun pola tidur.

Menghadapi orang dengan gangguan ini memang cukup sulit. Diperlukan kesabaran untuk dapat mendampingi mereka.

Lalu, bagaimana cara menghadapi orang bipolar dengan tepat?

Yuk, simak tipsnya di bawah ini!

9 Cara Menghadapi Orang Bipolar Agar Bisa Hidup Lebih Baik

Inilah yang bisa Anda lakukan sebagai keluarga, kerabat, sahabat, maupun teman dari orang yang mengalami gangguan bipolar.

Ingat, dengan bantuan dan dukungan Anda dalam kesehariannya, orang yang bipolar bisa hidup lebih berkualitas. Selain itu, juga lebih berkomitmen dalam menjalani pengobatan dan terapi untuk kondisinya.

1. Pelajari Seluk-beluk Gangguan Bipolar

Hal pertama yang harus Anda lakukan untuk menghadapi dan membantu orang gangguan bipolar adalah mempelajari kondisinya.

Semakin dalam wawasan kita tentang gangguan kesehatan mental ini, semakin mudah kita memahami perilaku dari orang dengan bipolar. Saat tindakannya mungkin menyakitkan hati, kita dapat menerimanya karena sudah paham apa yang memicunya berbuat demikian.

Baca Juga: Gangguan Bipolar

2. Jadilah Pendengar yang Baik

Tidak perlu ceramah atau bicara panjang lebar untuk memberi solusi ketika orang dengan gangguan bipolar sedang bercerita.

Buatlah mereka nyaman dan merasa diterima. Dengan begitu, mereka pun akan semakin terbuka dengan kita. Selanjutnya, kita juga harus menghindari topik-topik yang berpotensi menyakiti hati mereka.

3. Tunjukkan Dukungan

Lakukan tindakan untuk menunjukkan bahwa kita peduli akan gangguan yang dialaminya. Bila perlu, ajak orang-orang di sekitarnya untuk menciptakan lingkungan yang suportif.

Berikan semangat dan harapan bahwa ia bisa hidup normal seperti orang lain. Temani juga saat konsultasi dan jangan tinggalkan dia saat dalam episode depresi.

Menurut penelitian yang dimuat di Jurnal Bipolar Disorder, dukungan sosial terbukti ampuh dalam membantu proses terapi orang dengan gangguan bipolar. Banyaknya dukungan bisa membuat orang tersebut lebih cepat menyelesaikan proses pengobatannya.

Sebaliknya, menurut penelitian, pengidap gangguan bipolar yang kurang mendapat dukungan sosial lebih rentan mengalami gangguan berulang.

4. Buatlah Strategi

Kita tidak bisa menebak kapan episode depresi dan manik akan terjadi. Sebagai orang terdekat, kita perlu menyusun strategi sendiri untuk mengantisipasi perubahan mood-nya.

Strategi itu antara lain dapat berupa:

  • Cara menghadapi luapan emosi mereka saat sedih atau marah
  • Cara mengenali gejala dan perubahan mood saat peralihan antar-episode
  • Cara menyelesaikan berbagai tugas atau rutinitas harian saat episode depresi mereka sedang kambuh

Susun strategi tersebut bersama mereka secara tertulis. Ini dapat jadi pengingat sekaligus menguatkan komitmen untuk berjuang melalui episode tersebut dengan sebaik mungkin.

5. Membaca Situasi

Memberi dukungan memang baik, tapi kita juga perlu tahu kondisi kapan saat kita dibutuhkan dan kapan tidak.

Ketika mereka sedang menjalani terapi dengan psikiater atau psikolog, sebaiknya kita beri ruang seluas-luasnya.

Kemudian, saat mereka terlihat bisa mengendalikan diri sendiri, kita harus memahaminya dan memberi kesempatan.

6. Sabar dan Jangan Gampang Tersinggung

Cara menghadapi orang bipolar yang paling penting adalah bersabar.

Pasalnya, mood pengidap bipolar dapat berubah secara ekstrem. Saat ia menolak untuk dibantu dan mengeluarkan perkataan dan tindakan yang kurang baik, kita tidak boleh menyerah.

Sebagai pendamping, kita berusaha memahami dan tetap membantunya. Ingat, baik Anda dan dia sama-sama berusaha yang terbaik untuk bisa lepas dari gangguan ini.

7. Lakukan Aktivitas Fisik Bersama

Kita tidak perlu selalu membahas gejala-gejala yang dialami saat bersama orang dengan gangguan bipolar. Sesekali, pergilah ke luar rumah dan beraktivitas bersama-sama.

Anda bisa coba pilih aktivitas fisik di tengah lingkungan yang alami. Misalnya saja lari santai di taman atau hiking.

Menurut penelitian di International Journal of Environmental Research and Public Health, melakukan aktivitas fisik di alam dapat meningkatkan kesehatan fisik dan mental. Berada di tengah alam bisa memberi stimulasi positif pada sistem saraf.

Kondisi inilah yang dapat meningkatkan kesehatan mental orang dengan gangguan bipolar.

8. Ingatkan Mereka Bahwa Anda Selalu Hadir

Saat mengalami fase depresi, pengidap bipolar bisa merasa kesepian seolah-olah tidak ada yang menemani mereka.

Saat ini terjadi, ingatkanlah mereka bahwa Anda selalu mendampingi. Tanamkan di pikirannya bahwa Anda menyayangi mereka apa adanya.

Baca Juga: 5 Ciri Khas “Panic Attack”. Berbeda Dengan Panik Biasa!

9. Bantu Buatkan Jadwal Rutinitas

Kegiatan terstruktur sangat penting untuk pengidap bipolar. Karenanya, susunlah jadwal rutinitas bersama.

Melansir dari Health Central, jadwal rutinitas membantu mengurangi ketidakpastian dalam kehidupan sehari-hari yang sering menjadi pemicu kambuhnya gangguan.

Anda dapat juga memasukkan kegiatan yang ia sukai dalam jadwalnya. Misalnya memancing, bermain gim, membaca novel, dan hobi lainnya. Ini dapat membantu mereka lebih rileks.

Itulah sejumlah cara menghadapi orang bipolar dengan tepat.

Anda bisa mengajak mereka untuk melakukan telekonsultasi dengan psikolog atau psikiater berpengalaman di AlteaCare.

Yuk, unduh aplikasi AlteaCare dan buat janji dengan psikolog atau psikiater andalan!




Sumber:

  • Mayo Clinic. Diakses pada April 2022. Bipolar disorder
  • Healthline. Diakses pada April 2022. How to Help and Support Someone with Bipolar Disorder
  • Johnson, L., Lundström, O., Åberg‐Wistedt, A., & Mathé, A. A. (2003). Social support in bipolar disorder: its relevance to remission and relapse. Bipolar Disorders, 5(2), 129-137.
  • Rogerson, M., Wood, C., Pretty, J., Schoenmakers, P., Bloomfield, D., & Barton, J. (2020). Regular doses of nature: The efficacy of green exercise interventions for mental wellbeing. International journal of environmental research and public health, 17(5), 1526.
  • Pysch Central. Diakses pada April 2022. How to Help a Loved One with Bipolar Disorder
  • Health Central. Diakses pada April 2022. Why Structure Is Everything With Bipolar Disorder
0 Disukai
0 Komentar
Artikel lainnya
9 Tanda Lingkungan Kerja Toxic. Segera Bertindak!
Ingin kesehatan mental terjaga di kantor? Hindari rekan kerja yang toxic. Pelajari juga tanda lingkungan kerja toxic berikut ini. Yuk, langsung cek!
Selasa, 16 Agustus 2022
Mau Keluar dari Toxic Relationship? Ini Tips dari Ahli!
Keluar dari hubungan yang toxic bikin pikiran jadi tenang. Kata psikolog cara ini bisa Anda lakukan. Simak selengkapnya di sini!
Senin, 15 Agustus 2022
Aplikasi Kencan Bisa Bikin Lelah Mental, Ini Alasannya!
Aplikasi kencan sering jadi jalan pintas agar dapat jodoh. Tapi, bila dipakai berlebihan bisa berdampak pada kesehatan mental. Simak alasannya!
Senin, 15 Agustus 2022