Selain sakit perut, ada beberapa tanda lain dari usus yang bermasalah - AlteaCare | Foto: Envato
Jumat, 03 Juni 2022

7 Tanda Usus Anda Bermasalah. Tidak Cuma Sakit Perut!

Ditulis oleh Yoga Prasetyo
Ditinjau oleh : dr. Iustitia Septuaginta Samben

Kesehatan usus perlu selalu dijaga karena organ yang satu ini punya peran sangat penting bagi tubuh. Maka dari itu, Sobat Altea perlu tahu tanda usus mengalami masalah agar bisa segera mengantisipasi.

Usus yang sehat di dalamnya terdapat flora bakteri yang seimbang. Ketika jumlah bakteri baik seimbang, usus dapat bekerja dengan optimal. Salah satunya adalah memroses dan mencerna makanan yang kita santap sehari-hari.

Setelah nutrisi makanan diserap oleh tubuh, sisanya akan dibuang melalui usus besar.

Sayangnya, masih sedikit orang yang memerhatikan dan berusaha menjaga kesehatan ususnya. Akibatnya, mereka dapat mengalami berbagai keluhan.

Baca juga: 5 Makanan Sumber Probiotik, Ini Manfaatnya Buat Kesehatan!

Kenali tanda-tanda usus bermasalah

Seperti halnya organ lainnya, usus yang bermasalah biasanya akan menimbulkan sejumlah gejala.

Berikut ini adalah beberapa tanda usus Anda tidak dalam kondisi yang sehat.

1. Sakit perut

Sakit perut dapat disebabkan penumpukan gas di dalam usus, sembelit, perut kembung, dan diare. Keluhan seperti ini dapat menjadi pertanda Anda mengalami sindrom iritasi usus besar atau irritable bowel syndrome (IBS).

Menurut penelitian, gangguan IBS dapat disebabkan ketidakseimbangan bakteri dalam usus.

2. Tidur terganggu

Kondisi usus yang bermasalah bisa bikin Anda mengalami gangguan tidur, bahkan hingga insomnia. Bila ini dibiarkan, lama-lama Anda juga mengalami kelelahan kronis.

Hal ini terjadi karena hormon serotonin yang memengaruhi suasana hati dan pola tidur, ternyata diproduksi di usus.

Jadi, kalau usus kita tidak seimbang, tidur pun jadi tidak nyenyak. Melansir dari Healtlhline, gangguan tidur juga bisa membuat Anda berisiko mengalami fibromialgia.

Fibromialgia adalah rasa nyeri otot yang menyebar ke seluruh tubuh, yang kerap kali disertai rasa lelah dan gangguan tidur.

3. Ingin makan terus

Segala sesuatu yang berlebihan memang tidak baik, apalagi terkait makanan.

Terlalu banyak mengonsumsi makanan olahan dan tinggi gula bisa mengurangi jumlah bakteri baik di dalam usus kita. Saat kondisi flora usus tidak seimbang, kita jadi ingin makan yang manis-manis. Padahal, ini malah semakin merusak usus.

Untuk menjaga kesehatan usus, sebaiknya batasi porsi makanan dan konsumsi buah maupun jenis makan sehat lainnya.

Penelitian yang dimuat di jurnal Nutrients menyebutkan, mengonsumsi probiotik bisa meningkatkan jumlah bakteri baik di dalam usus, sehingga bisa menyehatkan pencernaan kita.

4. Perubahan berat badan

Berat badan Anda naik atau turun, padahal pola makan dan aktivitas Anda tidak berubah? Ini juga bisa jadi tanda usus Anda bermasalah.

Kondisi usus yang tidak seimbang bisa mengganggu kemampuan tubuh menyerap nutrisi, mengendalikan gula darah, dan menyimpan lemak.

Melansir dari Healthline, turunnya berat badan tanpa sebab yang jelas bisa disebabkan oleh perkembangan bakteri usus kecil yang berlebihan.

Sementara berat badan yang bertambah dapat dipengaruhi oleh kondisi resistensi insulin. Atau, bisa juga akibat bawaan makan berlebihan karena kondisi penyerapan gizi yang buruk di tubuh.

5. Emosi tidak stabil

Masalah perut bisa berpengaruh ke perasaan? Kok, bisa, ya?

Menurut penelitian seputar kaitan antara otak dengan pencernaan yang dimuat di jurnal Nature Microbiology, mikroba yang terdapat di dalam usus berpengaruh pada otak kita.

Dalam studi yang dilakukan oleh para ahli terhadap sejumlah responden, ternyata keluhan depresi yang dialami berkaitan dengan berkurangnya jenis bakteri Coprococcus dan Dialister.

Sementara itu, kelompok responden yang di dalam ususnya banyak terdapat bakteri jenis Coprococcus dan Faecalibacterium mengaku memiliki kualitas hidup yang baik.

6. Migrain

Studi yang diterbitkan di the Journal of Headache and Pain memaparkan para pengidap migrain berisiko lebih tinggi didiagnosis mengidap sindrom iritasi usus besar (IBS). Ini terutama dialami oleh mereka dengan riwayat sakit kepala yang lama dan frekuensi kambuh yang tinggi.

Sementara studi lain menyebutkan, pengidap migrain umumnya memiliki kombinasi bakteri tertentu di dalam ususnya. Kombinasi bakteri ini membuat mereka lebih sensitif terhadap jenis makanan tertentu.

Baca juga: Migrain

7. Kulit mengalami iritasi

Riset yang dimuat di jurnal Frontiers in Microbiology memperlihatkan kaitan antara munculnya masalah kulit seperti jerawat, psoriasis, dan eksim dengan masalah di usus.

Menurut riset, mikrobiota usus yang tidak seimbang bisa menimbulkan sejumlah penyakit, bahkan bisa sampai ke sistem organ yang jauh seperti usus.

Sementara melansir dari Healthline, kondisi eksim juga dapat berkaitan dengan peradangan pada usus. Kondisi peradangan ini bisa disebabkan oleh pola makan yang buruk atau alergi makanan, yang kemudian menimbulkan iritasi serta eksim pada kulit.

Itulah tanda-tanda usus Anda bermasalah.

Bila Anda ingin tahu cara menjaga kesehatan usus dan mengatasi tanda-tanda yang dialami, jangan ragu lakukan telekonsultasi di AlteaCare.

Yuk, unduh aplikasi AlteaCare sekarang dan buat janji dengan dokter spesialis andalan!




Sumber:

  • Everyday Health. Diakses pada Maret 2022. Can Digestive Health Conditions Make It Hard to Lose Weight?
  • Everyday Health. Diaskes pada Maret 2022. 9 Signs of an Unhealthy Gut — and What You Can Do About It
  • Healthline. Diakses pada Maret 2022. What’s an Unhealthy Gut? How Gut Health Affects You
  • Conlon, M. A., & Bird, A. R. (2014). The impact of diet and lifestyle on gut microbiota and human health. Nutrients, 7(1), 17–44.
  • The Guardian. Diakses pada Maret 2022. Migraines could be caused by gut bacteria, study suggests
  • Arzani, M., Jahromi, S. R., Ghorbani, Z., Vahabizad, F., Martelletti, P., Ghaemi, A., ... & Togha, M. (2020). Gut-brain Axis and migraine headache: a comprehensive review. The journal of headache and pain, 21(1), 1-12.
  • Salem, I., Ramser, A., Isham, N., & Ghannoum, M. A. (2018). The gut microbiome as a major regulator of the gut-skin axis. Frontiers in microbiology, 9, 1459.
  • WebMD. Diakses pada Maret 2022. Could Germs in Your Gut Send You Into Depression?
0 Disukai
0 Komentar
Artikel lainnya
7 Cara Mengobati Penyakit Liver. Alami & Aman!
Gangguan pada liver dapat berdampak buruk pada kualitas hidup. Yuk, ikuti cara mengobati penyakit liver dengan alami berikut ini!
Rabu, 29 Juni 2022
8 Cara Meningkatkan Kualitas Sperma. Pria Wajib Tahu!
Kesuburan pria tergantung pada kualitas sperma yang dihasilkan. Yuk, ikuti sejumlah cara meningkatkan kualitas sperma yang mudah ini!
Selasa, 28 Juni 2022
Cara Diet Saat Mengidap GERD, Begini Saran Ahli
Orang yang punya gangguan GERD boleh saja berdiet. Tapi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Simak apa kata ahli Altea berikut inI!
Senin, 27 Juni 2022