/
/
Sakit Kepala Tegang
Sakit Kepala Tegang
Kesehatan Umum
Sakit kepala tegang atau tension headache adalah kondisi yang sering dialami banyak orang - AlteaCare | Foto: Envato

Definisi Sakit Kepala Tegang

Sakit kepala tegang atau tension headache adalah nyeri di sekitar kepala, dahi, dan belakang leher.

Nyerinya tidak terasa menusuk-nusuk, umumnya seperti ada tali yang mengikat kencang di kepala. Kondisi ini merupakan jenis sakit kepala yang paling sering terjadi.


Penyebab dan Faktor Risiko Sakit Kepala Tegang

Sakit kepala tegang terjadi akibat ketegangan otot di area kepala dan leher.

Hal ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, di antaranya:

  • Kurang istirahat dan kelelahan
  • Stres fisik maupun emosional
  • Merokok
  • Minuman mengandung kafein, seperti teh dan kopi
  • Alkohol
  • Kadar besi yang rendah dalam darah
  • Kekurangan cairan
  • Asupan makan kurang
  • Infeksi sinus (sinusitis)
  • Kelainan struktur rahang atau masalah gigi
  • Postur tubuh yang tidak baik


Gejala Sakit Kepala Tegang

Saat mengalami sakit kepala tegang, Anda merasakan adanya nyeri tumpul pada kepala, tertekan pada dahi, serta tegang di belakang bola mata hingga bahu.

Durasi sakit kepala bervariasi, dapat bertahan mulai dari 30 menit hingga 1 minggu.

Meski menimbulkan rasa tidak nyaman, sakit kepala tegang umumnya bersifat ringan hingga sedang, serta tidak mempengaruhi penglihatan atau keseimbangan tubuh. Jadi, tidak mengganggu aktivitas sehari-hari secara keseluruhan.

Berbeda dari migrain, sakit kepala tegang tidak menimbulkan keluhan mual, muntah, dan gangguan penglihatan.

Pada keadaan yang sangat jarang, saat mengalami sakit kepala tegang seseorang dapat menjadi lebih sensitif terhadap rangsangan cahaya atau suara. Akan tetapi, melakukan kegiatan fisik tidak memperberat keluhan sakit kepala pada sebagian besar orang.


Diagnosis Sakit Kepala Tegang

Saat memeriksa, dokter akan menanyakan sejumlah pertanyaan terkait keluhan yang dialami. Misalnya, lokasi, durasi, ciri, jumlah serangan, dan faktor yang mencetuskan nyeri.

Pemeriksaan fisik dan pemeriksaan saraf dilakukan untuk membantu mencari penyebab sakit kepala. Jika keluhan hanya muncul sesekali, pemeriksaan lebih lanjut tidak diperlukan.

Terkadang sakit kepala dapat menjadi pertanda kondisi medis yang serius. Tes yang dapat dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan tersebut adalah pemeriksaan laboratorium darah dan pemindaian, seperti foto rontgen.


Halaman selanjutnya: Pengobatan, Pencegahan, dan Kapan Harus ke Dokter