/
/
Mitos dan Fakta Seputar Kolesterol. Tidak Semua Orang Tahu!
Mitos dan Fakta Seputar Kolesterol. Tidak Semua Orang Tahu!
Penyakit Dalam
Durian sering dianggap sebagai makanan berkolesterol tinggi yang harus dihindari - AlteaCare | Foto: Envato

Banyak orang menjauhi beberapa jenis makanan tertentu yang dianggap berkolesterol tinggi, karena takut bisa berbahaya buat kesehatan. Padahal, riset menunjukkan makanan tersebut aman untuk dikonsumsi.

Sebenarnya, kita semua butuh kolesterol dalam darah agar bisa tetap hidup sehat. Yang dimaksud dengan kolesterol adalah senyawa lemak yang ada di dalam tubuh kita. Kolesterol berperan untuk melindungi saraf membuat jaringan sel, dan memproduksi hormon tertentu.

Namun, yang perlu kita antisipasi adalah jangan sampai kadar kolesterol dalam darah terlalu tinggi. Sebab, ini bisa menyebabkan sejumlah gangguan kesehatan, seperti kondisi hipertensi, hingga serangan jantung dan stroke.

Menurut data Riskesdas 2018 prevalensi hipertensi di Indonesia cukup tinggi, yaitu 34,1%,.

Supaya bisa menjaga kadar kolesterol dalam darah dan hidup lebih sehat, sebaiknya Anda bekali diri dengan fakta-fakta seputar kolesterol yang terbukti secara ilmiah.

Baca juga: Makanan Berkolesterol Tinggi No. 1 Yang Harus Dihindari

Mitos dan Fakta Seputar Kolesterol

Nah, berikut ini adalah beberapa miskonsepsi ataupun mitos yang berkaitan dengan kolesterol. Yuk, simak faktanya!

Mitos 1: Kolesterol adalah hal yang buruk

Sebenarnya, ada beberapa jenis kolesterol yang sering jadi indikator dalam sejumlah gangguan kesehatan.

Yang pertama adalah kolesterol high-density lipoprotein (HDL), yang sering disebut kolesterol baik. Yang kedua adalah kolesterol low-density lipoprotein, yang sering disebut kolesterol jahat.

Mengutip dari Pedoman Pengelolaan Dislipidemia di Indonesia 2019 dari Pengurus Besar Perkumpulan Endokrinologi Indonesia, standar kolesterol normal yang perlu dicapai adalah:

  • Kolesterol total: di bawah 200 mg/dL
  • Kolesterol LDL: sebaiknya di bawah 100 mg/dL
  • Kolesterol HDL: minimal 60 mg/dL, semakin tinggi, semakin baik

Bila dalam kadar yang normal, kolesterol bisa membantu produksi hormon-hormon seks dalam tubuh dan pembentukan membran dan struktur sel. Kolesterol pun digunakan oleh organ hati untuk membuat cairan empedu.

Mitos 2: Kolesterol yang naik ada gejalanya

Berbeda dengan anggapan banyak orang, sebenarnya tidak ada gejala signifikan yang dirasakan saat kadar kolesterol kita sedang tinggi.

Cara paling akurat untuk mengetahuinya adalah melalui tes darah, misalnya saat melakukan medical checkup.

Mitos 3: Makan daging kambing dan durian bikin kolesterol naik

Banyak orang enggan menyantap menu olahan daging kambing agar kolesterolnya tidak naik. Padahal, kandungan kolesterol dalam daging kambing lebih sedikit dibandingkan daging sapi.

Selain itu, buah durian juga sering jadi kambing hitam. Padahal, durian sama sekali tidak mengandung kolesterol jahat. Durian justru mengandung lemak jenuh yang baik untuk menjaga kesehatan jantung dan menstabilkan kolesterol baik.

Salah satu alasan mengapa mitos ini beredar adalah karena orang cenderung mengonsumsinya dalam jumlah banyak. Atau, karena dalam proses memasak daging terlalu banyak menggunakan garam dan minyak.

Mitos 4: Kolesterol tidak menyerang anak-anak

Kolesterol tinggi itu keluhan orang tua? Jangan salah, anak-anak ternyata juga punya risiko yang sama. Apalagi, jika ada orangtua atau anggota keluarga yang memiliki riwayat penyakit kardiovaskular.

Sebagai gambaran, menurut data Centers for Disease Control and Prevention, sebanyak 7% anak-anak dan remaja berusia 6-9 tahun di Amerika Serikat memiliki kolesterol yang tinggi.

Bila ada salah satu anggota keluarga punya riwayat penyakit kardiovaskular, kita sebaiknya melakukan medical check up. Hal ini juga berlaku buat anak-anak kita.

Dengan begitu, kita bisa mengetahui kadar kolesterol di dalam tubuh. Selain itu, kita juga bisa lebih cermat akan asupan nutrisi dan gizi yang seimbang dan berdisiplin dalam berolahraga, sehingga bisa mencegah kolesterol tinggi.

Mitos 5: Kolesterol tinggi kalau badan kita gemuk

Kadar kolesterol yang tinggi bisa dialami oleh siapa saja. Tidak hanya mereka yang memiliki tubuh gemuk, bahkan yang masih muda dan bertubuh kurus pun bisa punya keluhan kolesterol tinggi.

Mengutip dari HeartUK, bahkan orang yang makan sehat dan berolahraga juga bisa memiliki kadar kolesterol yang tinggi. Ini dikarenakan tingginya kolesterol bisa dipengaruhi beberapa faktor. Selain akibat gaya hidup yang tidak sehat, faktor genetik juga turut berperan.

Namun, mereka yang memiliki tubuh gemuk lebih berisiko memiliki kadar trigliserida dan kolesterol yang tinggi.

Ini yang Terjadi Jika Kadar Kolesterol Selalu Tinggi

Membiarkan kadar kolesterol dalam kondisi tinggi bisa menyebabkan komplikasi penyakit pada tubuh. Sebagai contoh adalah serangan jantung atau stroke.

Kedua serangan ini terjadi akibat kadar kolesterol yang tinggi pada akhirnya membentuk plak di dalam pembuluh darah. Plak kemudian menyebabkan penyempitan pembuluh darah, sehingga peredaran darah jadi tidak lancar.

Kadar kolesterol yang cenderung saat kehamilan juga perlu jadi perhatian bagi para ibu hamil. Penelitian yang dimuat di jurnal Obstetric Medicine menyebutkan, level kolesterol yang tinggi bisa meningkatkan risiko persalinan prematur, diabetes kehamilan, dan preeklampsia.

Selain itu, bayi yang dilahirkan juga berisiko mengalami diabetes dan gangguan aterosklerosis saat besar nanti.

Baca juga: Tak Boleh Tinggi, Begini Cara Menurunkan Kolesterol Saat Hamil

Itulah mitos dan fakta seputar kolesterol yang perlu kita ketahui.

Bila Anda punya masalah dengan kadar kolesterol, jangan ragu untuk berdiskusi dengan dokter. Lakukan telekonsultasi dengan dokter spesialis di AlteaCare untuk dapatkan solusi kesehatan yang tepercaya.

Yuk, unduh AlteaCare dan segera buat janji dengan dokter andalan!



Sumber:

  • Better Health. Diakses pada Maret 2022. Cholesterol
  • Cedars Sinai. Diakses pada Maret 2022. High Cholesterol
  • Centers for Diseases Control and Prevention. Diakses pada Maret 2022. High Cholesterol
  • Heart. Diakses pada Maret 2022. Common Misconceptions about Cholesterol
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada Maret 2022. Hipertensi Penyakit Paling Banyak Diidap Masyarakat
  • Bartels, Ä., & O'Donoghue, K. (2011). Cholesterol in pregnancy: a review of knowns and unknowns. Obstetric medicine, 4(4), 147-151.
  • Pusat Jantung Nasional. Diakses pada Maret 2022. Mengupas Tuntas Mitos-mitos Tentang Kolesterol
  • Very Well Health. Diakses. Pada maret 2022. 8 Myths About High Cholesterol That You Should Stop Believing