/
/
Mau Kadar Gula Darah Normal dan Stabil? Stop 7 Kebiasaan Ini!
Mau Kadar Gula Darah Normal dan Stabil? Stop 7 Kebiasaan Ini!
Penyakit Dalam
Kerja lembur sampai begadang bisa meningkatkan kadar gula darah - AlteaCare | Foto: Envato

Kadar gula darah normal dan selalu stabil adalah harapan para pengidap diabetes. Tentu saja, butuh perjuangan yang tidak mudah untuk mencapainya. Yang jelas, orang dengan diabetes harus mau memperbaiki pola hidupnya.

Penelitian di Inggris menemukan bahwa perubahan gaya hidup adalah kunci untuk menstabilkan gula darah dan mengatasi sindrom metabolik. Kondisi ini antara lain dapat menyebabkan diabetes, di samping penyakit jantung dan stroke.

Maka dari itu, menjaga kadar gula darah normal sangat penting. Sebab, bila tidak stabil, pengidap diabetes bisa mengalami komplikasi.

Kalau Anda ingin kadar gula darah stabil, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengubah kebiasaan hidup sehari-hari yang tidak sehat

Yuk, cari tahu apa saja kebiasaan itu!

Baca juga: Pola Hidup Sehat Jauhkan Anda Dari Penyakit Diabetes

Stop Kebiasaan Ini Supaya Kadar Gula Darah Normal

Berikut ini adalah kebiasaan yang perlu kita stop supaya kadar gula darah normal bisa tercapai.

1. Begadang

Sering lembur menyelesaikan pekerjaan sampai harus begadang dan kurang tidur? Segera koreksi kebiasaan ini.

Pasalnya, menurut Sleep Foundation kondisi kurang tidur bisa berpengaruh pada kadar gula darah Anda. Bahkan, kurang tidur hanya satu malam saja bisa mengganggu kinerja insulin, sehingga kadar gula darah naik.

Solusi: Atur pekerjaan dengan lebih baik sehingga Anda bisa tidur 7-9 jam setiap malamnya.

2. Telat makan

Melansir dari Cleveland Clinic, sesekali melewatkan makan bukan masalah besar. Namun, jika dilakukan oleh mereka yang mengidap diabetes, dampaknya bisa berbahaya.

Sebab, kondisi perut kosong membuat kadar gula darah turun drastis.Dan, saat akhirnya mereka makan, kadar gula darah dapat melonjak cepat. Kondisi kadar gula darah yang tidak stabil ini harus dihindari.

Solusi: Orang dengan diabetes harus punya jadwal waktu makan yang teratur. Usahakan juga untuk makan pada jam yang sama setiap harinya.

3. Terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat

Banyak dari kita yang menganggap, kalau belum makan nasi berarti belum makan. Porsinya pun bisa hampir sepiring penuh. Padahal, nasi adalah salah satu sumber karbohidrat tinggi.

Menurut penelitian School of Public Health, Harvard University, orang yang makan nasi tiga hingga empat porsi sehari berpeluang1,5 kali mengalami diabetes. Ini dibandingkan orang yang makan nasi sangat sedikit.

Penelitian ini juga menyebutkan, setiap tambahan semangkuk besar nasi putih dalam satu hari bisa meningkatkan risiko diabetes hingga 10%.

Solusi: Cari alternatif sumber karbohidrat lain selain nasi, seperti jagung dan kentang. Dan, makan secukupnya saja, ya!

4. Makan di tengah malam

Sejumlah penelitian memperlihatkan, kebiasaan makan larut malam memicu kita untuk memilih jenis makanan yang kurang sehat. Ini bisa membuat berat badan tambah naik, sehingga risiko diabetes dan penyakit jantung pun makin dekat.

Studi lain juga menunjukkan, makan tengah malah bisa mengganggu stabilnya kadar gula darah normal. Akibatnya, risiko diabetes tipe 2 meningkat.

Solusi: Atur jadwal dan porsi makan dengan benar sehingga kita tidak terbangun di tengah malam karena kelaparan. Dengan begitu, tidur pun juga optimal.

5. Merokok

Berhenti dari suatu kebiasaan adalah hal sulit, apalagi kebiasaan merokok.

Fakta yang dipaparkan Centers for Disease Control and Prevention mungkin bisa menyemangati Anda untuk berhenti merokok.

Disebutkan, kandungan nikotin dalam rokok dalam mempengaruhi respon insulin, sehingga dapat menyebabkan naiknya kadar gula darah.

Tak hanya diabetes, merokok juga dapat memicu penyakit berbahaya lainnya. Jadi, tinggalkan kebiasaan buruk ini demi kebaikan Anda.

6. Terlalu banyak rebahan

Kalau mau terhindar dari risiko diabetes maupun menjaga agar kondisi kadar gula darah normal, Anda dilarang mager!

Studi jangka panjang yang dilakukan di Norwegia menunjukkan, kebiasaan rebahan dalam waktu lama setiap hari bisa meningkatkan risiko diabetes. Bahkan, ini dapat terjadi pada kaum muda dan paruh baya, demikian seperti dimuat di jurnal BMJ Open.

Kebiasaan rebahan ini dihubungkan dengan perilaku sedentari, yang oleh Kementerian Kesehatan RI disebut sebagai aktivitas yang dilakukan di luar waktu tidur, dengan keluaran kalori sangat sedikit.

Selain bisa jadi penyebab diabetes, perilaku sedentari juga bisa bikin orang mengalami obesitas.

Solusi: Stop mager dan perbanyak aktivitas fisik. Rutinlah berolahraga setiap hari untuk menjaga kebugaran tubuh.

Baca juga: Hobi Mager Bisa Jadi Penyebab Kolesterol Tinggi, Ini Alasannya

7. Hobi ngopi

Saat sedang banyak pikiran atau butuh bantuan supaya fokus kerja, secangkir kopi sering jadi andalan. Dan, lama-lama ngopi pun jadi kebiasaan yang sulit ditinggalkan.

Namun, melansir dari WebMD, kafein dalam kopi juga dapat pengaruhi kadar gula darah. Selain dapat meningkatkan kemungkinan komplikasi diabetes, asupan kafein berlebihan bisa menyebabkan kerusakan saraf atau penyakit jantung.

Itulah beberapa kebiasaan yang perlu distop supaya kadar gula darah normal dan stabil.

Bila Anda memiliki gangguan diabetes atau mengalami keluhan yang berkaitan dengan diabetes, segera berkunjung ke dokter. Anda bisa lakukan telekonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam di AlteaCare untuk mendapat solusi masalah kesehatan Anda.

Yuk, unduh aplikasi AlteaCare dan buat janji dengan dokter andalan!



Sumber:

  • Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada Maret 2022. Smoking and Diabetes
  • Cleveland Clinic. Diakses pada Maret 2022. Missing Meals? Avoid Dangerous Blood Sugar if You Have Diabetes
  • Everyday Health. Diakses pada Maret 2022. 10 Bad Habits That Raise Your Diabetes Risk
  • Harvard School of Public Health. Diakses pada Maret 2022. Eating white rice regularly may raise type 2 diabetes risk
  • Healthline. Diakses pada Maret 2022. How Eating at Night Affects Your Health, Risk for Diabetes
  • Asante, E. O., Sun, Y. Q., Nilsen, T. I. L., Åsvold, B. O., Sørgjerd, E. P., & Mai, X. M. (2020). Hours lying down per day, as a proxy for sedentary behaviour and risk of diabetes in young and middle-aged adults in Norway: an 11-year follow-up of the HUNT study. BMJ open, 10(3), e035010.
  • Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada Mei 2022. Yuk, Mengenal Apa Itu Kegiatan Sedentari?
  • Sleep Foundation. Diakses pada Maret 2022. Sleep and Blood Glucose Levelss
  • Web MD. Diakses pada Maret 2022. Diabetes and Caffeine