/
/
Cara Menghitung Berat Badan Ideal. Hitung Lemaknya Juga, ya!
Cara Menghitung Berat Badan Ideal. Hitung Lemaknya Juga, ya!
Kesehatan Umum
Cari tahu apakah berat badan Anda sudah termasuk proporsional - AlteaCare | Foto: Envato

Masalah berat badan berlebih bisa berdampak buruk pada kesehatan. Nah, salah satu cara menjaga kesehatan adalah dengan selalu berusaha menjaga berat badan ideal.

Pastinya tidak ada yang ingin mengalami obesitas. Ini adalah mimpi buruk bagi banyak orang. Sebab, kelebihan berat badan dapat memicu beragam jenis penyakit. Mulai dari penyakit jantung, GERD, sleep apnea, kanker, hingga diabetes tipe 2.

Gangguan kesehatan ini timbul akibat timbunan lemak dalam tubuh, yang kemudian membuat tekanan darah tinggi, tingkat kolesterol tidak normal, dan peradangan.

Kalau Sobat Altea ingin selalu dalam kondisi sehat, sebaiknya kita tidak malas mengecek berat badan. Penting untuk tahu apakah berat badan kita sudah masuk dalam kategori proporsional atau belum.

Yuk, simak cara menghitung berat badan ideal berikut ini!

Cara Menghitung Berat Badan Ideal

Ada beberapa formula yang bisa Anda coba untuk mengetahui berat badan ideal:

1. Formula Broca

Salah satu cara menghitung berat badan ideal yang paling mudah adalah menggunakan Formula Broca. Rumus ini ditemukan oleh ilmuwan Pierre Paul Broca pada 1871.

Pada prinsipnya, rumus berat badan yang ideal adalah sebagai berikut:
Berat badan normal = Tinggi badan - 100

Namun, seperti yang kita ketahui pria dan wanita memiliki karakteristik fisiologis berbeda. Jadi, bobot tubuh yang ideal pria dan wanita pasti berbeda.

Untuk itu, Anda bisa pakai formula berikut:

  • Berat badan pria = (Tinggi badan - 100) - [(Tinggi badan - 100) x 10%]
  • Berat badan wanita = (Tinggi badan - 100) - [(Tinggi badan - 100) x 15%]

Agar lebih mudah dimengerti, yuk simak contoh soal berikut ini!

Contoh:

Jika tinggi badan Dodi adalah 185 cm, berat badan idealnya adalah: (185 - 100) - [(185 - 100) x 10%] atau 76,5 kg.

Sedangkan jika tinggi badan Yeyen adalah 165 cm, berat badan idealnya adalah: (165 - 100) - [(165 - 100) x 15%] atau 58,5 kg.

Baca Juga: Pola Hidup Sehat Jauhkan Anda Dari Penyakit Diabetes

2. Indeks Massa Tubuh (IMT)

Cara kedua untuk menghitung berat badan ideal adalah mengetahui indeks massa tubuh (IMT). Berikut ini rumus menghitung IMT menurut Centers for Disease Control and Prevention:

IMT = [(berat badan : tinggi badan) : tinggi badan] x 10.000

Hasilnya dapat ada bandingkan dengan tabel standar IMT yang berlaku sebagai berikut:

  • IMT di bawah 18,5: Anda termasuk underweight atau berat badan kurang.
  • IMT antara 18,5-24,9: Berat badan Anda tergolong sehat
  • IMT antara 25-29,9: Anda termasuk overweight atau berat badan berlebih
  • IMT di atas 30: Anda tergolong obesitas.

Contoh:

Indra memiliki tinggi badan 180 cm dan berat badan 85 kg. IMT Indra bila dihitung adalah: [(85 : 180) : 180] x 10.000, dan hasilnya adalah 26,2.

Dari sini bisa dilihat bahwa IMT Indra melebihi standar ideal, sehingga dapat dianggap kelebihan berat badan.

Sebagai catatan, formula ini hanya berlaku untuk orang dewasa usia 18-65 tahun. Jadi, tidak bisa dipakai untuk anak-anak, wanita hamil, para lansia, serta atlet yang cenderung punya massa otot yang tinggi.

Baca Juga: Begini Cara Diet Sehat Ala Anak Kos!

3. Persentase Lemak Tubuh

Formula Broca dan IMT adalah rumus yang memberikan perhitungan bobot tubuh ideal secara umum atau tidak terperinci. Untuk mengetahui apakah massa tubuh kita sudah termasuk kategori sehat, proporsi lemak juga harus diperhitungkan.

Untuk menghitung persentase lemak dalam tubuh, Anda bisa berpandu American Diabetes Association berikut.

Rumusnya:

Lemak tubuh (%) = –44,988 + (0,503 x usia) + (10,689 x gender value) + (3,172 x IMT) – (0,026 x IMT*) + (0,181 x IMT x gender value) – (0,02 x IMT x usia) – (0,005 x IMT* x gender value) + (0,00021 x IMT* x usia)

Catatan:

  • Gender value pria = 0, gender value wanita = 1
  • Anda harus menghitung IMT terlebih dulu
  • Standar lemak untuk orang yang termasuk kategori atletis adalah 14-24% (wanita) dan 6-17% (pria)
  • Standar lemak untuk orang yang termasuk kategori non-atletis 25-31% (wanita) dan 18-24% (pria)
  • Anda masuk kategori obesitas jika persentase lemak lebih dari 32% untuk wanita dan 25% untuk pria

Contoh:

Jika Doni yang berusia 24 tahun, memiliki berat badan 70 kg dan tinggi badan 170 cm, IMT-nya adalah [(70 : 170) : 170] x 10.000 atau 24,2.

Kemudian, massa lemaknya adalah:–44,988 + (0,503 x 24) + (10,689 x 0) + (3,172 x 24,2) – (0,026 x 24,2*) + (0,181 x 24,2 x 0) – (0,02 x 24,2 x 24) – (0,005 x 24,2* x 0) + (0,00021 x 24,2* x 24), yang hasilnya adalah 23,33%.

Berdasarkan perhitungan, proporsi lemak tubuh Doni masih termasuk ideal.

Itulah cara menghitung berat badan ideal.

Jika Anda memiliki masalah dengan berat badan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter tepercaya melalui aplikasi AlteaCare!

Yuk, unduh AlteaCare dan buat janji dengan dokter andalan!



Sumber:

  • Mayo Clinic. Diakses pada Maret 2022. Obesity
  • MDApp. Diakses pada Maret 2022. Broca Index Calculator
  • The Canadian Diabetes Association. Diakses pada Maret 2022. How to calculate Body Mass Indeks
  • Omni Calculator. Diakses pada Maret 2022. Body Fat Calculator