/
/
Banyak Meeting Bikin Pusing? Awas, Nanti Bisa “Zoom Fatigue”!
Banyak Meeting Bikin Pusing? Awas, Nanti Bisa “Zoom Fatigue”!
Kesehatan Jiwa
Jadwal online meeting beruntun bisa pengaruhi kondisi mental kita - AlteaCare | Foto: Envato

Siapa bilang work from home alias WFH itu lebih santai? Ketika semua kegiatan harus dilakukan secara online, mulai dari persiapan produk, campaign, sampai presentasi ke klien, hari-hari selalu diisi dengan jadwal meeting.

Tidak heran bila Sobat Altea bisa ada jadwal rapat 2-3 kali sehari melalui platform online, seperti Zoom atau Google Meet. Anak-anak yang belajar dari rumah saja saja. Dalam sehari, bisa jadi total lebih dari 4 jam mereka lalui dengan duduk menghadap laptop atau ponsel.

Waduh! Padahal, menurut penelitian kita perlu jeda beberapa menit untuk bisa kembali fokus. Sebab, meeting secara online bisa membuat kita merasa lelah, baik secara fisik dan mental.

Hasil pengamatan ahli pun menemukan adanya fenomena baru di tengah makin maraknya penggunaan aplikasi meeting di internet. Istilah baru pun muncul, yaitu “zoom fatigue”.

Seperti apa sindrom baru ini? Yuk simak!

Baca juga: Mengenal Toxic Positivity dan Ciri-cirinya. Harus Waspada!

Seperti apa zoom fatigue itu?

Seperti dilansir oleh Psychology Today, zoom fatigue adalah sindrom yang berkaitan dengan rasa lelah, cemas, atau khawatir yang dialami seseorang akibat penggunaan platform online meeting secara berlebihan.

Meski namanya “Zoom” bukan berarti hanya berlaku untuk pengguna aplikasi Zoom, tapi juga platform rapat daring lainnya. Yang jelas, istilah ini lahir seiring dengan semakin banyaknya orang, baik karyawan maupun pelajar, yang harus melakukan pertemuan secara daring. Dan, ini harus dilalui hampir setiap hari selama masa pandemi.

Mungkin Sobat Altea pernah berpikir, cuma duduk saja seharian dan ikut rapat, rasanya kok lelah banget, ya? Ternyata, ini karena otak kita harus bekerja lebih keras saat rapat online dibandingkan rapat sebelum masa pandemi.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Microsoft, orang yang sering rapat online secara beruntun tanpa henti cenderung mudah stres dan lelah. Hal ini disebabkan aktivitas jaringan saraf di otak terus-menerus bekerja.

Sementara itu, Stanford University memaparkan beberapa hal lain yang juga jadi penyebab kita mudah lelah akibat sering rapat online:

  • Saat rapat mata kita harus melihat dari jarak dekat dengan sangat intens
  • Kita harus berjuang membaca ekspresi wajah rekan kerja yang ikut meeting tersebut. Ini lebih sulit dibanding ketika kita melihat ekspresi mereka secara langsung.
  • Melihat diri Anda terus-menerus secara real-time di layar bisa menimbulkan rasa tidak nyaman.
  • Keharusan menyalakan kamera saat online meeting membuat kita jadi tidak bisa bergerak ke mana pun. Gerakan pun jadi terbatas dan tidak bebas.

Ini tanda-tanda Anda mengalami zoom fatigue

Maksudnya, sih, supaya bisa produktif saat bekerja. Tapi, meeting tiada henti bisa bikin pusing. Kita jadi berpikir, kalau rapat terus dari pagi sampai malam, kapan pekerjaan akan selesai?

Zoom fatigue juga bisa berdampak terhadap kondisi fisik dan psikis. Yuk, Sobat Altea, cek dulu apakah Anda sudah mengalami tanda-tanda terkena zoom fatigue berikut ini:

  • Mudah lupa dan sulit berkonsentrasi
  • Relasi dengan orang di rumah menjadi terganggu
  • Mudah marah terhadap rekan kerja
  • Otot menjadi tegang, nyeri, lelah, dan sulit tidur
  • Sakit kepala, pusing, atau migrain
  • Tidak produktif dalam bekerja
  • Motivasi kerja menurun

Baca juga: Biar Tidak Jadi Depresi Berat, Inilah Cara Menghilangkan Stres

Cara mengatasi zoom fatigue

Jika beberapa tanda di atas sudah dialami, sebaiknya Anda mulai atur-atur lagi jadwal rapat di kantor. Jangan sampai online meeting menghambat karier Anda.

Lakukan juga beberapa tips ini supaya Anda tidak sampai ambyar gara-gara zoom fatigue:

1. Minta izin mematikan kamera bila memungkinkan

Hal ini sering dilakukan untuk menyiasati koneksi internet yang tidak stabil. Tapi, bisa juga dicoba kalau kondisi Anda juga sedang tidak stabil alias lagi lelah banget.

Selain itu, Anda juga bisa atur di aplikasi supaya hanya melihat active speaker saja yang berbicara. Jadi, tidak perlu pusing karena melihat satu per satu peserta rapat dengan foto background yang berbeda-beda.

2. Buat meeting sesingkat mungkin

Pada 2016, seorang pakar pernah mencetuskan istilah “the Magic of 30-Minute Meetings" saat menulis opininya di Harvard Business Review. Maksudnya, pertemuan akan bisa lebih efisien bila waktunya ditargetkan tidak lebih dari 30 menit.

Ini juga bisa dilakukan saat mengadakan rapat online di Zoom. Bagikan materi yang akan dibahas di rapat sebelumnya supaya bisa dipelajari dulu. Minta juga rekan kerja Anda untuk menyiapkan apa yang ingin disampaikan supaya meeting tidak berkepanjangan.

3. Istirahat sebentar

Dapat notifikasi mendadak untuk rapat selanjutnya, padahal Anda juga masihmeeting? Jangan ragu untuk menolak atau minta reschedule.

Sebab, idealnya Anda perlu waktu jeda sejenak setelah rapat untuk mengistirahatkan pikiran, tubuh, dan mata. Waktu ini bisa dimanfaatkan untuk bangkit sejenak dari tempat duduk dan berjalan sekadar untuk ambil minum.

Ide lain: Lakukan peregangan simpel. Atau, beberapa kali ambil napas dan embuskan. Setelahnya, Anda siap untuk meeting lagi.

4. Buat batasan

Ketika Anda sudah lelah dan stres karena harus meeting maraton beberapa hari berturut-turut, jangan ragu untuk bersikap tegas. Beritahu tim di kantor kalau Anda butuh setidaknya satu hari tanpa jadwal online meeting.

Atau, informasikan bahwa Anda lebih nyaman dan fokus jika diundang rapat pada jam-jam tertentu. Misalnya, pagi hari karena pikiran masih segar.

Itulah cara supaya Anda tidak sampai mengalami zoom fatigue karena terlalu banyak meeting.

Bila Anda mulai merasa burnout akibat gejala-gejala zoom fatigue dan tidak lagi bisa produktif seperti biasanya, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter spesialis. Anda bisa lakukan telekonsultasi dengan dokter spesialis kejiwaan atau psikolog di AlteaCare yang berpengalaman.

Yuk, unduh AlteaCare sekarang dan buat janji dengan dokter Anda!



Sumber:

  • Harvard Business Review. Diakses pada Februari 2022. How to Combat Zoom Fatigue
  • Psychology Today. Diakses pada Februari 2022. Too Many Meetings? How to Avoid This Common Waste of Time
  • Healthline. Diakses pada Februari 2022. ‘Zoom Fatigue’ Is Real — Here’s How to Cope (and Make It Through Your Next Meeting)
  • Stanford News. Diakses pada Februari 2022. Stanford researchers identify four causes for ‘Zoom fatigue’ and their simple fixes
  • Forbes. Diakses pada Februari 2022. Our Brains Need Breaks From Virtual Meetings
  • Psychology Today. Diakses pada Februari 2022. Virtual Platforms Are Helpful Tools but Can Add to Our Stress
  • Verywell Mind. Diakses pada April 2022. How to Cope With Zoom Fatigue